Program subsidi yang dijalankan Sani mendapat respons positif dari masyarakat. Ia merasa bahagia ketika melihat warung-warung kecil di lingkungan sekitar kembali ramai dan bergerak. Menurutnya, warga juga terbantu karena bisa membeli kebutuhan dengan harga lebih terjangkau. Program yang diluncurkan oleh Sani diakui sebagai bentuk keprihatinannya pada kondisi ekonomi masyarakat belakangan ini. Hal ini berimbas pada daya beli masyarakat yang menurun akibat kenaikan harga bahan pokok yang semakin melonjak.
Sani mengatakan, program itu turut memengaruhi kehidupan keluarganya. Demi menjaga bantuan tetap berjalan, ia dan keluarga memilih menerapkan gaya hidup lebih hemat, pengeluaran rumah tangga kini lebih dikontrol. Bahkan, menu makanan sehari-hari yang sebelumnya lebih beragam kini lebih sederhana lagi.
“Sekarang kadang cukup satu telur dadar dibagi berempat. Menurut saya, efisiensi memang sebaiknya dimulai dari rumah pejabat,” ujarnya sambil tersenyum.
Program Subsidi 10.000 masih berjalan sampai saat ini, meskipun Sani mengaku belum bisa memastikan berapa lama bantuan itu akan berjalan. Pasalnya, kupon tebus murah berupa; serba 10.000 untuk gas LPG 3 Kg, 1 Kg gula pasir, dan 1 liter minyak goreng ini sudah berhasil disalurkan ke ratusan warga, sehingga kebutuhan anggaran terus meningkat. Namun demikian, ia memilih tetap fokus menjalankan tanpa terlalu khawatir. Sani mengaku telah terbiasa hidup dalam keterbatasan sejak kecil sehingga ingin terus membantu selama masih memiliki kemampuan.
Anggota Fraksi PKS itu berharap kondisi ekonomi dalam negeri maupun global segera membaik agar harga bahan pokok kembali stabil. Ia juga mengajak lebih banyak pihak, khususnya pejabat publik, untuk ikut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sani menegaskan bahwa dirinya terbuka apabila ada pihak yang ingin mengadopsi program serupa, bahkan siap membagikan pengalaman beserta mekanismenya.
