(Samarinda, 21 Oktober 2025). Sejak 2015, 21 Oktober diperingati sebagai hari santri nasional. Ini membuktikan perhatian pemerintah terhadap keberadaan ulama di pondok pesantren, yang berhasil mendidik santri menjadi generasi berkualitas. Sejarah membuktikan, bahkan sejak zaman penjajahan Belanda, pondok pesantren dan santri adalah kaum yang paling sengit melawan kesewenang-wenangan penjajah.
Firnadi Ikhsan–anggota legislatif DPRD Provinsi Kaltim Dapil Kutai Kertanegara–ditemui di kantornya mengucapkan, ”Selamat Hari Santri Nasional 2025. Semoga semangat juang santri terus menyala, menjadi penjaga moral bangsa dan penggerak kemajuan menuju Indonesia yang beradab.”
Beliau menghimbau para santri di seluruh Indonesia untuk meneladani semangat perjuangan para ulama dan pejuang terdahulu, yang penuh keikhlasan memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan pengabdian tanpa batas.
Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kalimantan Timur ini, santri memiliki peran penting tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga sebagai garda moral dan sosial di tengah masyarakat. Ia menilai, semangat juang santri harus terus hidup sebagai pelopor perubahan menuju Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadaban.
Legislator asal daerah pemilihan Kutai Kartanegara itu juga menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan akhlak bagi santri masa kini. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan semangat kebangsaan, santri diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Pesantren harus terus memperkuat perannya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, peduli sosial, dan siap bersaing di era global. Sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan bangsa yang tangguh dan bermartabat,” ujar beliau.
Di penutup statementnya Firnadi Ikhsan berharap, ke depannya peringatan Hari Santri Nasional, bukan lagi sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan kontribusi besar santri dalam perjalanan sejarah bangsa. (IAL)
