Samarinda, 20 November 2025. Guru adalah lentera yang menuntun generasi menuju masa depan. Di ruang-ruang kelas yang sederhana, para guru, terutama guru honorer tetap setia mendidik tanpa banyak mengeluh. Dedikasi mereka menjadi alasan mengapa kita harus memberikan apresiasi, sesederhana apapun bentuknya.
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, LAZ Rumah Zakat bersama YBM PLN UP3 Samarinda dan Pegadaian Syariah menyelenggarakan program “Kado Cinta untuk Guru Honorer”, berupa penyaluran paket sembako bagi para guru honorer. Kegiatan ini berlangsung di Aula Manasik Haji, Jl. Harmonika Samarinda, dan dihadiri oleh para tamu undangan serta puluhan guru honorer yang berbahagia.
Turut hadir Kepala Disdikbud Kota Samarinda yang diwakili oleh Ibu Dina Andriana, Manager PLN UP3 Samarinda yang diwakili oleh Bapak Ikrarda Tegar, Kepala Kemenag Kota Samarinda yang diwakili oleh Bapak Abu Kanifah, perwakilan Pegadaian Syariah Ibu Ega Firuqa, serta Representative Manager Rumah Zakat, Ibu Mega Folandiana.

Dalam sambutannya, Bapak Tegar menyampaikan rasa bahagianya dapat bersilaturahmi bersama para guru. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi para guru dalam mencerdaskan generasi serta mengapresiasi Rumah Zakat yang sudah membantu menyalurkan paket sembako bagi para pendidik.
Ibu Mega Folandiana menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk penghormatan dan cinta kepada para guru yang telah memberikan dedikasi tanpa henti. Ia juga berterima kasih kepada seluruh mitra yang turut hadir dan berharap kolaborasi kebaikan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Poniyem, telah mengabdikan diri sebagai guru honorer sejak masih berusia muda. Meski saat ini usianya sudah lanjut, semangat untuk mengajar tidak pernah surut. Kisah beliau menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang guru sering kali lebih besar dari penghargaan yang diterima.

Rumah Zakat dan para mitra berharap hadirnya paket sembako ini dapat memberikan kebahagiaan kecil bagi para pahlawan tanpa tanda jasa. Apresiasi kali ini bukan hanya tentang paket sembako, tetapi juga tentang silaturahmi yang mampu memotivasi bahwa pengabdian guru honorer tetap dihargai dan tidak akan berjalan sendiri.
